Rasio Gini Indonesia 2020–2025
Rasio Gini Indonesia pada Maret 2025 tercatat sebesar 0.375, turun dari 0.379 pada Maret 2024 dan menjadi nilai terendah dalam seri Maret 2020–2025. Nilai tertinggi selama periode tersebut terjadi pada Maret 2023 sebesar 0.388.
Publikasi: Berita Resmi Statistik – Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia / Gini Ratio Maret 2020–2025 · Satuan: Indeks (0-1)
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (Indeks (0-1)) |
|---|---|
| 2020 | 381 |
| 2021 | 384 |
| 2022 | 384 |
| 2023 | 388 |
| 2024 | 379 |
| 2025 | 375 |
Pada awal periode, Rasio Gini Indonesia tercatat sebesar 0.381 pada Maret 2020. Rasio Gini yang diterbitkan BPS mengukur ketimpangan pengeluaran penduduk, dengan nilai yang secara umum bergerak antara 0 dan 1; semakin besar nilainya, semakin tinggi ketimpangan distribusi pengeluaran.
Pada Maret 2021, Rasio Gini meningkat menjadi 0.384 atau bertambah 0.003 poin dibandingkan Maret 2020. Nilainya kemudian tidak berubah pada Maret 2022, tetap sebesar 0.384. BPS mengonfirmasi angka yang sama untuk kedua periode tersebut.
Peningkatan berikutnya terjadi pada Maret 2023 ketika Rasio Gini mencapai 0.388. Dibandingkan Maret 2022, angka tersebut naik 0.004 poin. Nilai 0.388 sekaligus menjadi Rasio Gini tertinggi dalam seri Maret 2020–2025 yang digunakan dalam dataset ini.
Arah pergerakan kemudian berbalik pada Maret 2024. Rasio Gini turun menjadi 0.379, atau berkurang 0.009 poin dibandingkan 0.388 pada Maret 2023. Penurunan tersebut merupakan perubahan tahunan terbesar dalam seri ini.
Pada Maret 2025, Rasio Gini kembali turun menjadi 0.375. Angka tersebut berkurang 0.004 poin dibandingkan Maret 2024 dan merupakan nilai terendah dalam enam observasi yang digunakan. BPS juga mencatat bahwa nilai Maret 2025 lebih rendah 0.006 poin dibandingkan September 2024 yang sebesar 0.381.
Jika dibandingkan secara langsung antara Maret 2020 dan Maret 2025, Rasio Gini turun dari 0.381 menjadi 0.375. Perubahan absolutnya adalah -0.006 poin, setara dengan penurunan sekitar 1.57% terhadap nilai awal 2020.
Secara keseluruhan, data menunjukkan ketimpangan pengeluaran sempat meningkat dari 2020 hingga mencapai puncak pada 2023, sebelum turun cukup nyata pada 2024 dan berlanjut pada 2025. Penurunan Rasio Gini berarti distribusi pengeluaran menjadi relatif lebih merata berdasarkan indikator ini, tetapi Rasio Gini tidak dengan sendirinya menjelaskan perubahan pendapatan, kesejahteraan, ataupun penyebab perubahan ketimpangan.
Angka tersebut merupakan hasil pengolahan BPS berdasarkan data pengeluaran rumah tangga dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), bukan proyeksi. Untuk menjaga keterbandingan antar-tahun, dataset ini menggunakan observasi Maret pada setiap tahun 2020–2025 dan tidak mencampurkan observasi September ke dalam seri utama. BPS telah menerbitkan angka September 2025 sebesar 0.363, tetapi angka tersebut tidak digunakan sebagai nilai tahunan dataset ini agar titik waktu antar-tahun tetap konsisten.
Metodologi & Catatan
Rasio Gini BPS merupakan indikator ketimpangan pengeluaran penduduk yang dihitung berdasarkan data Susenas. Dataset ini secara konsisten menggunakan observasi Maret setiap tahun agar perbandingan 2020–2025 menggunakan periode survei yang sama. Angka bukan proyeksi atau estimasi populasi.