Pertanian

Provinsi Penghasil Kelapa Terbesar

Riau menjadi provinsi sentra produksi kelapa terbesar dalam seri 2021–2025. Pada 2025, produksi Riau dalam publikasi mencapai 415101 ton setara kopra, sementara total Indonesia tercatat 2856836 ton; namun angka 2025 pada publikasi ini masih berupa estimasi.

Diperbarui 15 September 2026Periode 2021–2025
Sumber data: Kementerian Pertanian – Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin), data Direktorat Jenderal Perkebunan
Publikasi: Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kelapa Tahun 2025 – Tabel 4.1 Sentra Produksi Kelapa di Indonesia Tahun 2021–2025 · Satuan: ton

Tabel Data

Periode / LabelNilai (ton)
Provinsi20,212,022,202,320,240,640
Riau409,696,417,460,411,198,121,120,366,592
Sulawesi Utara270,474,269,612,268,827,707,256,602,624
Jawa Timur237,677,233,937,226,576,958,779,817,984
Maluku Utara211,065,199,961,204,025,650,283,806,720
Sulawesi Tengah201,000,206,211,196,193,426,332,712,960
Jawa Tengah170,887,159,273,152,428,296,221,229,056
Jambi115,550,114,258,114,449,196,328,157,184
Maluku107,003,109,411,108,156,848,339,943,424
Sumatera Utara100,036,101,965,102,250,749,918,707,712
Jawa Barat8,805,987,035,875,488,368,164,864
Indonesia28,775,042,867,054,281,366,345,223,677,935,616

Pada 2021, produksi kelapa Indonesia tercatat sebesar 2877504 ton dalam wujud setara kopra. Riau sudah menempati posisi pertama dengan produksi 409696 ton, disusul Sulawesi Utara 270474 ton dan Jawa Timur 237677 ton. Kementerian Pertanian menyebut sepuluh provinsi sentra dalam tabel ini secara kumulatif menyumbang 66.14 persen dari rata-rata produksi nasional periode 2021–2025.

Selama 2021–2025, produksi Riau bergerak relatif stabil. Produksinya naik dari 409696 ton pada 2021 menjadi 417460 ton pada 2022, turun menjadi 411229 ton pada 2023 dan 407736 ton pada 2024, kemudian diperkirakan naik menjadi 415101 ton pada 2025.

Pada 2025, Riau tetap menjadi yang terbesar di antara provinsi sentra dengan 415101 ton. Sulawesi Utara berada di posisi kedua sebesar 269714 ton, Jawa Timur 230685 ton, Maluku Utara 202370 ton, dan Sulawesi Tengah 201576 ton. Jawa Tengah, Jambi, Maluku, Sumatera Utara, dan Jawa Barat melengkapi sepuluh provinsi sentra dalam tabel Kementerian Pertanian.

Selisih produksi Riau dan Sulawesi Utara pada 2025 mencapai 145387 ton. Berdasarkan angka tersebut, produksi Riau sekitar 53.90 persen lebih tinggi daripada Sulawesi Utara. Rata-rata selama 2021–2025, Kementerian Pertanian menghitung kontribusi Riau sebesar 14.45 persen terhadap produksi nasional, tertinggi di antara seluruh provinsi sentra.

Dari 2021 hingga 2025, produksi Riau bertambah dari 409696 ton menjadi 415101 ton. Perubahan absolutnya sebesar 5405 ton, atau meningkat sekitar 1.32 persen. Pola tersebut menunjukkan bahwa posisi Riau sebagai sentra terbesar bertahan meskipun produksi tahunannya mengalami fluktuasi.

Pada tingkat nasional, produksi dalam seri publikasi berubah dari 2877504 ton pada 2021 menjadi 2856836 ton pada 2025. Selisihnya sebesar 20668 ton lebih rendah, atau turun sekitar 0.72 persen. Produksi nasional dalam seri ini mencapai nilai terendah pada 2024 sebesar 2822118 ton sebelum estimasi 2025 menunjukkan kenaikan.

Data ini harus dibaca dengan memperhatikan status angkanya. Tabel Kementerian Pertanian menandai 2024 sebagai angka sementara, sedangkan publikasi Outlook Komoditas Kelapa 2025 secara eksplisit menyebut 2025 sebagai angka estimasi Ditjenbun. Wujud produksi yang digunakan adalah setara kopra. Selain itu, laporan kinerja Ditjen Perkebunan yang terbit kemudian mencatat realisasi sementara nasional 2025 sebesar 2766260 ton, sehingga angka estimasi 2025 dalam DATA berpotensi direvisi.

Metodologi & Catatan

DATA diambil dari Tabel 4.1 Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kelapa Tahun 2025 yang diterbitkan Pusdatin Kementerian Pertanian. Sumber tabel adalah Direktorat Jenderal Perkebunan dan wujud produksi adalah setara kopra. Angka 2024 berstatus sementara, sedangkan angka 2025 merupakan estimasi Ditjenbun.