Provinsi Penghasil Karet Terbesar
Sumatera Selatan menjadi provinsi penghasil karet terbesar Indonesia pada 2024 dengan produksi 619546 ton karet kering, atau 29.06 persen produksi nasional. Produksi nasional tercatat 2132088 ton dan menunjukkan penurunan dibandingkan 2020.
Publikasi: Analisis Kinerja Perdagangan Karet Tahun 2025 – Tabel 4.1 Produksi Karet di Provinsi Sentra di Indonesia, 2020–2024 · Satuan: Ton
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (Ton) |
|---|---|
| Provinsi | 20,202,021,202,220,232,704 |
| Sumatera Selatan | 867,567,882,889,783,386,441,433,219,072 |
| Sumatera Utara | 321,351,321,554,316,857,179,086,258,176 |
| Jambi | 298,875,301,022,294,778,850,515,615,744 |
| Riau | 299,179,299,434,222,290,501,999,001,600 |
| Kalimantan Barat | 251,189,252,026,188,055,875,436,937,216 |
| Kalimantan Selatan | 167,358,167,570,158,852,898,371,403,776 |
| Kalimantan Tengah | 144,557,144,863,141,078,095,080,980,480 |
| Sumatera Barat | 13,698,513,741,012,687,782,668,140,544 |
| Lampung | 1,394,141,314,221,215,908,540,448,768 |
| Bengkulu | 10,017,297,875,897,957,534,924,800 |
| Indonesia | 30,373,483,045,314,273,088,589,357,641,629,696 |
Pada awal periode 2020, produksi karet nasional tercatat 3037348 ton. Sumatera Selatan sudah menjadi sentra terbesar dengan produksi 867567 ton, jauh di atas Sumatera Utara sebesar 321351 ton, Riau 299179 ton, dan Jambi 298875 ton. Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi karet Indonesia terutama terkonsentrasi di Sumatra dan Kalimantan.
Produksi nasional sempat naik tipis menjadi 3045314 ton pada 2021. Setelah itu arahnya menurun menjadi 2717081 ton pada 2022, 2240826 ton pada 2023, dan 2132088 ton pada 2024. Dengan demikian, dalam dataset lima tahun ini produksi tertinggi terjadi pada 2021 dan terendah pada 2024.
Pada 2024, Sumatera Selatan tetap berada di posisi pertama dengan 619546 ton. Sumatera Utara menempati peringkat kedua dengan 251518 ton, diikuti Jambi 222556 ton, Riau 180742 ton, dan Kalimantan Barat 158409 ton. Lima posisi berikutnya ditempati Kalimantan Selatan 127955 ton, Kalimantan Tengah 108294 ton, Sumatera Barat 99666 ton, Lampung 84832 ton, dan Bengkulu 64599 ton.
Produksi Sumatera Selatan pada 2024 lebih besar 368028 ton dibandingkan Sumatera Utara sebagai produsen terbesar kedua. Berdasarkan angka dalam DATA, produksi Sumatera Selatan sekitar 146.32 persen lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara. Kontribusi Sumatera Selatan terhadap produksi nasional pada 2024 tercatat 29.06 persen dalam publikasi Kementerian Pertanian.
Jika dibandingkan 2020, produksi Sumatera Selatan berkurang dari 867567 ton menjadi 619546 ton pada 2024. Penurunan absolutnya mencapai 248021 ton, setara sekitar 28.59 persen. Meskipun produksinya turun cukup besar, Sumatera Selatan tetap mempertahankan posisi sebagai sentra produksi karet terbesar selama periode yang ditampilkan.
Pola penurunan juga terlihat secara nasional. Produksi karet Indonesia turun dari 3037348 ton pada 2020 menjadi 2132088 ton pada 2024. Artinya, terjadi penurunan sebesar 905260 ton atau sekitar 29.81 persen dalam empat tahun. Kementerian Pertanian antara lain mengaitkan penurunan produksi karet dengan persoalan penyakit tanaman, harga komoditas yang relatif rendah dalam beberapa tahun, serta konversi lahan oleh sebagian petani.
Publikasi ini menggunakan data produksi dari Direktorat Jenderal Perkebunan dengan wujud produksi berupa karet kering. Data bukan proyeksi penduduk atau model statistik. Sebagai pemeriksaan silang, BPS juga menerbitkan Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024 yang mencakup produksi karet menurut provinsi dan menjelaskan bahwa statistik nasional menggabungkan hasil Survei Perusahaan Perkebunan 2024 dengan data perkebunan rakyat dari Direktorat Jenderal Perkebunan.
Metodologi & Catatan
DATA menggunakan seri 2020–2024 dari Tabel 4.1 publikasi resmi Kementerian Pertanian Analisis Kinerja Perdagangan Karet Tahun 2025. Wujud produksi adalah karet kering dan sumber angka tabel adalah Direktorat Jenderal Perkebunan. Publikasi BPS Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024 juga mengonfirmasi bahwa statistik produksi tanaman perkebunan 2024 mencakup karet menurut provinsi; BPS menggabungkan data Survei Perusahaan Perkebunan dengan data perkebunan rakyat Ditjen Perkebunan.