Sosial

Provinsi dengan Akses Sanitasi Layak Terendah di Indonesia 2025

Berdasarkan Susenas Maret 2025, Papua Pegunungan mencatat persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak terendah, yakni 16,34%, disusul Papua Tengah 39,73% dan Papua Selatan 65,06%. Sementara itu, Bali memiliki capaian tertinggi sebesar 98,20%, dan angka nasional mencapai 85,37%.

Diperbarui 22 Oktober 2026Periode 2025
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Sanitasi Layak Menurut Provinsi dan Klasifikasi Desa · Satuan: persen

Tabel Data

Periode / LabelNilai (persen)
Papua Pegunungan16.34
Papua Tengah39.73
Papua Selatan65.06
Sumatera Barat74.59
Jawa Barat76.20
Papua76.71
Papua Barat78.55
Papua Barat Daya79.56
Sulawesi Tengah79.62
Nusa Tenggara Timur80.80
Aceh82.21
Maluku83.09
Kalimantan Tengah83.14
Maluku Utara84.12
Gorontalo84.70
Sumatera Selatan85.50
Bengkulu85.75
Jambi85.88
Sulawesi Barat85.98
Kalimantan Utara86
Kalimantan Selatan86.80
Lampung87.29
Sumatera Utara87.47
Jawa Tengah87.51
Sulawesi Utara87.72
Jawa Timur88.26
Nusa Tenggara Barat88.29
Kalimantan Barat88.37
Banten90.71
Kepulauan Riau90.96
Riau91.21
Sulawesi Tenggara91.96
Kalimantan Timur92.57
DKI Jakarta93.98
Sulawesi Selatan94.19
Kepulauan Bangka Belitung96.45
DI Yogyakarta96.94
Bali98.20

Pada 2025, persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak di Indonesia mencapai 85,37%. Angka ini menunjukkan capaian nasional, tetapi terdapat perbedaan yang cukup besar antarprovinsi.

Papua Pegunungan menempati posisi terendah dengan 16,34%. Papua Tengah berada pada posisi kedua terendah sebesar 39,73%, sedangkan Papua Selatan berada di posisi ketiga dengan 65,06%.

Di luar ketiga provinsi tersebut, Sumatera Barat mencatat 74,59%, Jawa Barat 76,20%, dan Papua 76,71%. Angka-angka ini berada di bawah capaian nasional.

Pada kelompok provinsi dengan akses tertinggi, Bali mencatat 98,20%, disusul DI Yogyakarta 96,94% dan Kepulauan Bangka Belitung 96,45%.

Selisih antara Bali dan Papua Pegunungan mencapai 81,86 poin persentase. Perbedaan tersebut memperlihatkan kesenjangan akses sanitasi layak yang besar antara provinsi dengan capaian tertinggi dan terendah.

Di Papua Pegunungan sendiri, persentase akses sanitasi layak pada wilayah perkotaan mencapai 73,68%, sedangkan perdesaan hanya 10,84%. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan klasifikasi wilayah ketika menganalisis capaian sanitasi.

Data ini merupakan hasil Susenas Maret 2025, bukan sensus seluruh rumah tangga. Perbedaan persentase antarprovinsi tidak secara langsung membuktikan penyebabnya; diperlukan data tambahan mengenai infrastruktur, kondisi geografis, dan layanan sanitasi.

Metodologi & Catatan

Data menggunakan hasil Susenas Maret 2025 dengan kolom Perkotaan + Perdesaan. Definisi sanitasi layak mengikuti kriteria BPS yang mencakup fasilitas buang air besar, jenis kloset, serta tempat pembuangan akhir tinja yang memenuhi ketentuan. Data merupakan estimasi survei.