Produksi Beras Indonesia 2020–2025
Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk di Indonesia meningkat dari 31.50 juta ton pada 2020 menjadi 34.69 juta ton pada 2025. Setelah turun hingga 30.62 juta ton pada 2024, produksi meningkat 4.07 juta ton atau 13.29% pada 2025 dan menjadi yang tertinggi dalam seri 2020–2025.
Publikasi: Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2020–2025 · Satuan: juta ton
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (juta ton) |
|---|---|
| 2020 | 31.50 |
| 2021 | 31.36 |
| 2022 | 31.54 |
| 2023 | 31.10 |
| 2024 | 30.62 |
| 2025 | 34.69 |
Pada 2020, produksi beras Indonesia untuk konsumsi pangan penduduk tercatat sebesar 31.50 juta ton dalam seri pembanding BPS yang digunakan pada publikasi 2021. Angka ini menjadi titik awal seri 2020–2025 yang menggunakan konsep produksi beras hasil konversi produksi padi, bukan jumlah gabah kering giling.
Pada 2021, produksi turun menjadi 31.36 juta ton. Dibandingkan 2020, penurunannya sekitar 0.14 juta ton atau 0.44%. BPS mencatat penurunan resmi sekitar 140.73 ribu ton atau 0.45%, dengan perbedaan kecil karena angka DATA dibulatkan menjadi dua desimal juta ton.
Produksi kembali meningkat pada 2022 menjadi 31.54 juta ton. Berdasarkan DATA, kenaikannya sekitar 0.18 juta ton atau 0.57% dibandingkan 2021. Publikasi final BPS menyebut produksi beras 2022 naik sekitar 184.50 ribu ton atau 0.59% dari tahun sebelumnya.
Pada 2023, produksi beras menurun menjadi 31.10 juta ton. Penurunannya sekitar 0.44 juta ton atau 1.40% dibandingkan 2022. Angka tetap tersebut berbeda dari angka sementara yang sebelumnya memperkirakan produksi 2023 sebesar 30.90 juta ton, sehingga dataset ini menggunakan angka final 31.10 juta ton.
Penurunan berlanjut pada 2024, ketika produksi beras mencapai 30.62 juta ton. Nilai ini merupakan angka terendah dalam seri 2020–2025. Dibandingkan 2023, produksi turun sekitar 0.48 juta ton atau 1.54%. BPS mencatat penurunan resmi sebanyak 480.04 ribu ton atau 1.54%.
Perubahan terbesar terjadi pada 2025. Produksi beras meningkat menjadi 34.69 juta ton, bertambah 4.07 juta ton atau 13.29% dibandingkan 2024. Produksi 2025 merupakan angka tertinggi dalam seri ini dan sejalan dengan kenaikan produksi padi menjadi 60.21 juta ton GKG serta luas panen menjadi sekitar 11.32 juta hektare.
Jika dibandingkan langsung dengan 2020, produksi beras bertambah 3.19 juta ton hingga 2025. Kenaikan tersebut setara sekitar 10.13% dari tingkat produksi 2020. Polanya tidak linier karena terdapat penurunan pada 2021, pemulihan pada 2022, penurunan dua tahun berturut-turut pada 2023–2024, dan peningkatan tajam pada 2025.
Data ini merupakan estimasi statistik yang berasal dari produksi padi hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan data produktivitas, kemudian dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk. KSA padi diterapkan secara nasional sejak 2018, dengan pengamatan lapangan dilakukan pada tujuh hari terakhir setiap bulan. Data 2025 yang digunakan sudah merupakan angka tetap yang diterbitkan BPS.
Metodologi & Catatan
Produksi beras dalam dataset ini adalah beras untuk konsumsi pangan penduduk, bukan produksi padi dalam bentuk GKP atau GKG. Angka diperoleh dengan mengonversi produksi padi hasil statistik KSA menggunakan faktor konversi yang ditetapkan BPS. Survei KSA padi dilaksanakan secara nasional sejak 2018 dengan pengamatan lapangan setiap bulan.