Persentase Penduduk Miskin
Persentase penduduk miskin Indonesia mencapai 8,25 persen pada September 2025, terendah dalam rangkaian data yang ditampilkan. Angka tersebut turun 0,22 poin persentase dari Maret 2025 yang sebesar 8,47 persen.
Publikasi: Profil Kemiskinan di Indonesia · Satuan: persen
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (persen) |
|---|---|
| Maret 2020 | 9.78 |
| Maret 2021 | 10.14 |
| Maret 2022 | 9.54 |
| Maret 2023 | 9.36 |
| Maret 2024 | 9.03 |
| Maret 2025 | 8.47 |
| September 2025 | 8.25 |
Pada Maret 2020, persentase penduduk miskin Indonesia tercatat 9,78 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 10,14 persen pada Maret 2021. BPS mencatat kenaikan dibanding Maret 2020 sebesar 0,36 poin persentase.
Setelah mencapai 10,14 persen pada Maret 2021, indikator kemiskinan menunjukkan tren menurun dalam pengamatan Maret: menjadi 9,54 persen pada 2022, 9,36 persen pada 2023, 9,03 persen pada 2024, dan 8,47 persen pada Maret 2025. Seluruh angka tersebut dapat ditelusuri pada rilis resmi BPS.
Angka tertinggi dalam DATA adalah 10,14 persen pada Maret 2021. Sementara itu, angka terendah sekaligus data terbaru adalah 8,25 persen pada September 2025. Pada periode terbaru tersebut, jumlah penduduk miskin tercatat 23,36 juta orang.
Dari Maret 2020 sebesar 9,78 persen ke September 2025 sebesar 8,25 persen, terjadi penurunan absolut sebesar 1,53 poin persentase. Jika dibandingkan secara relatif terhadap tingkat kemiskinan Maret 2020, penurunannya sekitar 15,64 persen.
Jika titik tertinggi Maret 2021 dijadikan pembanding, penurunannya lebih besar. Persentase penduduk miskin berkurang dari 10,14 persen menjadi 8,25 persen, atau turun 1,89 poin persentase. Secara relatif, penurunannya sekitar 18,64 persen.
Perubahan terbaru juga menunjukkan penurunan. Persentase penduduk miskin turun dari 8,47 persen pada Maret 2025 menjadi 8,25 persen pada September 2025, atau sebesar 0,22 poin persentase. Pada periode yang sama jumlah penduduk miskin berkurang dari 23,85 juta menjadi 23,36 juta orang.
Data kemiskinan BPS dihitung menggunakan pendekatan kebutuhan dasar dan bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Karena itu, angka ini merupakan hasil estimasi berbasis survei, bukan pencacahan seluruh penduduk. Pada Susenas Maret 2025, BPS menyebut sekitar 345 ribu rumah tangga menjadi sampel.
DATA menggunakan titik Maret untuk 2020–2025 agar perbandingan tahunan lebih konsisten, kemudian menambahkan September 2025 karena merupakan angka nasional terbaru yang telah dirilis BPS. September 2023 tidak dimasukkan karena seri resmi yang diperiksa menunjukkan setelah Maret 2023 publikasi berikutnya adalah Maret 2024; BPS sendiri membandingkan Maret 2024 dengan Maret 2023 dan September 2022.
Metodologi & Catatan
BPS mengukur kemiskinan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach), dengan data utama yang berasal dari Susenas. Seri Maret 2020–Maret 2025 digunakan untuk menjaga konsistensi periode tahunan, kemudian September 2025 ditambahkan sebagai observasi terbaru. Rilis BPS September 2025 mencatat persentase penduduk miskin sebesar 8,25 persen dan jumlah penduduk miskin 23,36 juta orang.