Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2020–2024
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia meningkat tajam setelah mencapai titik terendah pada 2021. Pada 2024, Indonesia mencatat 13.902.420 kunjungan, meningkat sekitar 19,05% dibandingkan 2023. Namun, angka tersebut masih di bawah capaian 2019 yang mencapai sekitar 16,11 juta kunjungan.
Publikasi: Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2024 · Satuan: jiwa
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (jiwa) |
|---|---|
| 2020 | 4,052,923 |
| 2021 | 1,557,530 |
| 2022 | 5,889,031 |
| 2023 | 11,677,825 |
| 2024 | 13,902,420 |
1. Penurunan kunjungan pada 2020
Pada 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 4,05 juta. Pembatasan perjalanan internasional selama pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan besar dibandingkan 2019.
2. Titik terendah pada 2021
Pada 2021, kunjungan turun menjadi 1,56 juta, atau sekitar 61,57% lebih rendah dibandingkan 2020. Tahun ini menjadi titik terendah dalam rangkaian data yang ditampilkan.
3. Pemulihan pariwisata pada 2022
Pada 2022, kunjungan meningkat menjadi 5,89 juta. Pertumbuhan mencapai sekitar 278,10% dibandingkan 2021, seiring pemulihan perjalanan internasional.
4. Pertumbuhan pesat pada 2023
Jumlah kunjungan kembali meningkat menjadi 11,68 juta pada 2023, hampir dua kali lipat dibandingkan 2022.
5. Perkembangan pada 2024
Pada 2024, Indonesia mencatat 13,90 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Angka ini menunjukkan pemulihan berkelanjutan, meskipun belum menyamai tingkat sebelum pandemi.
6. Peningkatan selama periode pemulihan
Dibandingkan titik terendah pada 2021, jumlah kunjungan pada 2024 meningkat sekitar 792,6%. Kenaikan besar ini perlu dibaca dalam konteks rendahnya jumlah kunjungan selama pandemi.
7. Pentingnya sektor pariwisata
Pemulihan kunjungan wisatawan mancanegara berpotensi mendukung kegiatan ekonomi di bidang akomodasi, transportasi, kuliner, dan jasa wisata. Namun, jumlah kunjungan saja belum cukup untuk mengukur besarnya pendapatan pariwisata.
Metodologi & Catatan
Data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, bukan jumlah individu unik. Satu orang dapat tercatat lebih dari sekali apabila melakukan beberapa kunjungan. Sumber pengumpulan data meliputi catatan imigrasi dan metode pendataan lain yang digunakan BPS.