Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan Indonesia 2020–2025
Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan di Indonesia meningkat dari Rp11.013.000 pada 2020 menjadi Rp12.802.000 pada 2025. Selama periode tersebut terjadi kenaikan Rp1.789.000 atau sekitar 16,24%, dengan peningkatan tahunan terbesar terjadi pada 2025 sebesar Rp461.000.
Publikasi: Indeks Pembangunan Manusia 2025 – Pengeluaran Riil per Kapita per Tahun yang Disesuaikan · Satuan: rupiah per orang per tahun
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (rupiah per orang per tahun) |
|---|---|
| 2020 | 11,013,000 |
| 2021 | 11,156,000 |
| 2022 | 11,479,000 |
| 2023 | 11,899,000 |
| 2024 | 12,341,000 |
| 2025 | 12,802,000 |
Pada 2020, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan Indonesia tercatat sebesar Rp11.013.000. Angka tersebut merupakan nilai terendah dalam seri 2020–2025. BPS mencatat bahwa pada 2020 indikator ini turun Rp286.000 atau 2,53% dibandingkan 2019, ketika pandemi COVID-19 memengaruhi dimensi standar hidup layak dalam Indeks Pembangunan Manusia.
Pada 2021 terjadi pemulihan menjadi Rp11.156.000 per orang per tahun. Dibandingkan 2020, pengeluaran per kapita disesuaikan bertambah Rp143.000 atau sekitar 1,30%. BPS menyebut peningkatan dimensi standar hidup layak sebagai salah satu faktor yang mendorong perbaikan IPM pada tahun tersebut.
Pertumbuhan semakin kuat pada 2022. Nilainya meningkat menjadi Rp11.479.000, bertambah Rp323.000 dibandingkan 2021 atau sekitar 2,90%. Besaran Rp11.479.000 tersebut tercantum dalam publikasi resmi Indeks Pembangunan Manusia 2022.
Pada 2023, pengeluaran per kapita disesuaikan kembali meningkat menjadi Rp11.899.000. Kenaikan absolut dari tahun sebelumnya mencapai Rp420.000 atau sekitar 3,66%. Dengan demikian, sejak titik terendah pada 2020, indikator standar hidup layak ini telah meningkat secara berturut-turut selama tiga tahun.
Pada 2024 nilainya mencapai Rp12.341.000 per orang per tahun. Dibandingkan 2023, terjadi tambahan Rp442.000 atau sekitar 3,71%. BPS menyebut pertumbuhan pengeluaran per kapita disesuaikan sebagai pendorong penting peningkatan IPM Indonesia pada tahun 2024.
Nilai tertinggi dalam seri terjadi pada 2025, yakni Rp12.802.000 per orang per tahun. Angka tersebut meningkat Rp461.000 dari Rp12.341.000 pada 2024, atau sekitar 3,74%. Tambahan Rp461.000 juga merupakan kenaikan absolut tahunan terbesar sepanjang periode 2020–2025.
Jika dibandingkan langsung antara 2020 dan 2025, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan bertambah Rp1.789.000 per orang per tahun. Secara relatif, kenaikannya sekitar 16,24% dari nilai 2020. Seluruh periode setelah 2020 menunjukkan peningkatan tanpa penurunan tahunan.
Indikator ini tidak sama dengan pengeluaran nominal rumah tangga yang langsung dapat dibaca sebagai jumlah uang yang dibelanjakan masyarakat. Dalam metodologi IPM BPS, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan menggambarkan rata-rata konsumsi penduduk per tahun dan diperhitungkan menggunakan harga konstan 2012 serta penyesuaian paritas daya beli. Karena itu, indikator ini terutama digunakan untuk merepresentasikan dimensi standar hidup layak dalam penghitungan IPM.
Metodologi & Catatan
Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan merupakan indikator dimensi standar hidup layak dalam IPM BPS. Indikator menggambarkan rata-rata konsumsi penduduk per tahun, menggunakan harga konstan tahun 2012 dan penyesuaian paritas daya beli (Purchasing Power Parity/PPP), dengan wilayah rujukan Jakarta Selatan. Karena telah disesuaikan terhadap perubahan harga dan daya beli, angka ini tidak sama dengan pengeluaran nominal per kapita.