Pertanian

Nilai Produksi Perikanan Budidaya Indonesia 2020–2024

Nilai produksi perikanan budidaya Indonesia meningkat dari Rp176516.530 miliar pada 2020 menjadi Rp211636.343838 miliar pada 2024. Nilai tertinggi dalam seri ini tercatat pada 2023 sebesar Rp236478.768 miliar, sebelum turun pada 2024.

Diperbarui 8 September 2026Periode 2020–2024
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Nilai Produksi Perikanan Budidaya Menurut Provinsi dan Jenis Budidaya · Satuan: ribu rupiah

Tabel Data

Periode / LabelNilai (ribu rupiah)
2020176,516,530
2021197,790.87
2022212,993,673
2023236,478,768
2024211,636.34

Pada 2020, nilai produksi perikanan budidaya Indonesia tercatat sebesar Rp176516.530 miliar. Data tersebut merupakan nilai ekonomi hasil produksi budidaya, bukan volume produksi dalam ton. Statistik KKP membedakan nilai produksi dari volume fisik produksi dan menyajikannya berdasarkan jenis maupun wilayah budidaya.

Pada 2021, nilai produksi meningkat menjadi Rp197790.865070 miliar. Dibandingkan 2020, kenaikannya sebesar Rp21274.335070 miliar atau sekitar 12.05%. Tabel BPS untuk 2021 menyatakan sumbernya adalah Database Validasi Nasional Satu Data KP dan mencantumkan status angka tetap.

Peningkatan berlanjut pada 2022 ketika nilai produksi mencapai Rp212993.673 miliar. Dibandingkan 2021, terjadi kenaikan sekitar Rp15202.807930 miliar atau 7.69%. Data KKP untuk 2022 juga mencatat volume produksi perikanan budidaya sebesar 14.776 juta ton, tetapi DATA di atas hanya menggunakan indikator nilai produksi.

Pada 2023, nilai produksi dalam sumber KKP mencapai Rp236478.768 miliar. Angka tersebut merupakan nilai tertinggi pada seri 2020–2024. Dibandingkan 2022, kenaikannya Rp23485.095 miliar atau sekitar 11.03%. Namun, angka 2023 dalam sumber KKP yang digunakan masih diberi keterangan sebagai angka estimasi, sehingga status tersebut penting dicantumkan ketika dataset dipublikasikan.

Pada 2024, tabel BPS terbaru mencatat nilai produksi nasional sebesar Rp211636.343838 miliar. Dibandingkan angka 2023 yang digunakan dalam seri, nilainya turun Rp24842.424162 miliar atau sekitar 10.51%. Dalam tabel 2024 tersebut, komponen nilai terbesar antara lain kolam air tenang Rp75784.369949 miliar, tambak sederhana Rp52305.545615 miliar, dan rumput laut Rp23040.699538 miliar.

Secara keseluruhan, nilai produksi bertambah Rp35119.813838 miliar antara 2020 dan 2024. Kenaikan tersebut setara sekitar 19.90% dibandingkan nilai pada 2020. Polanya menunjukkan kenaikan tiga tahun berturut-turut dari 2020 hingga 2023, kemudian terjadi penurunan pada 2024.

Nilai produksi perikanan budidaya pada prinsipnya merupakan nilai hasil kegiatan budidaya yang dihitung berdasarkan nilai atau harga hasil produksi, bukan indikator harga konstan seperti PDB. Metadata statistik BPS mendefinisikan nilai produksi budidaya sebagai nilai keseluruhan hasil kegiatan budidaya perikanan yang dinilai berdasarkan harga jual per satuan produksi.

Metodologi & Catatan

Data bersumber dari sistem statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan/Satu Data Kelautan dan Perikanan yang juga disajikan kembali oleh BPS. Nilai produksi merupakan nilai ekonomi produksi perikanan budidaya dalam harga yang berlaku pada saat produksi, sehingga perubahan antartahun dapat dipengaruhi oleh perubahan volume maupun harga komoditas. Tabel BPS 2021 menyatakan data sebagai Angka Tetap.