Ekonomi

Nilai Impor Indonesia 2020–2025

Nilai impor Indonesia meningkat dari US$141568.8 juta pada 2020 menjadi US$241362.6 juta pada 2025. Secara keseluruhan, impor bertambah US$99793.8 juta atau sekitar 70.49%, dengan nilai tertinggi dalam seri terjadi pada 2025.

Diperbarui 8 September 2026Periode 2020–2025
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia Impor 2020–2025 · Satuan: juta US$

Tabel Data

Periode / LabelNilai (juta US$)
2020141,568.80
2021196,190
2022237,447.10
2023221,886.20
2024235,199.60
2025241,362.60

Pada 2020, nilai impor Indonesia tercatat US$141568.8 juta atau sekitar US$141.57 miliar. Angka tersebut merupakan nilai terendah dalam seri 2020–2025. BPS mencatat impor 2020 turun 17.34% dibandingkan 2019, dengan penurunan terjadi pada kelompok migas maupun nonmigas.

Pada 2021, nilai impor meningkat tajam menjadi US$196190.0 juta. Dibandingkan 2020, kenaikannya mencapai US$54621.2 juta atau sekitar 38.58%. BPS juga mencatat pertumbuhan tahunan 2021 sebesar 38.58%.

Peningkatan berlanjut pada 2022 ketika nilai impor mencapai US$237447.1 juta. Nilainya bertambah US$41257.1 juta atau sekitar 21.03% dibandingkan 2021. Pada tahun tersebut, impor bahan baku/penolong masih mendominasi struktur impor Indonesia.

Pada 2023 terjadi pembalikan arah. Nilai impor turun menjadi US$221886.2 juta, berkurang US$15560.9 juta atau sekitar 6.55% dibandingkan 2022. Meskipun mengalami penurunan, impor masih didominasi bahan baku/penolong dengan nilai US$161155.8 juta.

Nilai impor kembali meningkat pada 2024 menjadi US$235199.6 juta. Berdasarkan angka dalam DATA, kenaikannya mencapai US$13313.4 juta atau sekitar 6.00% dibandingkan 2023. Publikasi tahunan BPS mencatat total tersebut terdiri dari impor migas US$36276.8 juta dan nonmigas US$198922.8 juta.

Pada 2025, nilai impor mencapai US$241362.6 juta, tertinggi dalam periode yang diamati. Dibandingkan 2024, kenaikannya sebesar US$6163.0 juta atau sekitar 2.62%. BPS mencatat impor 2025 terdiri dari US$32735.2 juta migas dan US$208627.4 juta nonmigas.

Secara keseluruhan, nilai impor naik US$99793.8 juta dari 2020 hingga 2025. Kenaikan tersebut setara sekitar 70.49% terhadap nilai impor 2020. Polanya tidak meningkat terus-menerus karena terdapat satu periode kontraksi, yaitu pada 2023, sebelum kembali meningkat pada 2024 dan 2025.

Data ini merupakan statistik perdagangan luar negeri hasil kompilasi dokumen kepabeanan, bukan proyeksi atau estimasi makroekonomi. Statistik impor BPS pada prinsipnya menggunakan dokumen kepabeanan yang diterima dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan disusun menurut sistem perdagangan yang berlaku dalam statistik perdagangan luar negeri Indonesia.

Metodologi & Catatan

Data merupakan statistik perdagangan luar negeri BPS berbasis dokumen kepabeanan dan mencakup total impor migas serta nonmigas selama Januari–Desember pada masing-masing tahun. Nilai dinyatakan dalam juta US$. Seri menggunakan publikasi tahunan BPS agar periode setiap tahun konsisten.