Pertanian

Luas Panen Padi Indonesia 2020–2025

Luas panen padi Indonesia meningkat dari 10.66 juta hektare pada 2020 menjadi 11.32 juta hektare pada 2025. Setelah mencapai titik terendah 10.05 juta hektare pada 2024, luas panen bertambah 1.27 juta hektare atau sekitar 12.64% pada 2025 dan menjadi yang tertinggi dalam seri 2020–2025

Diperbarui 8 September 2026Periode 2020–2025
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2020–2025 · Satuan: juta hektare

Tabel Data

Periode / LabelNilai (juta hektare)
202010.66
202110.41
202210.45
202310.21
202410.05
202511.32

Pada 2020, luas panen padi Indonesia tercatat sekitar 10.66 juta hektare. Angka tersebut menjadi titik awal seri 2020–2025 yang seluruhnya berada dalam periode penerapan metode Kerangka Sampel Area atau KSA secara nasional. BPS mulai menerapkan Survei KSA untuk padi secara nasional sejak 2018.

Pada 2021, luas panen turun menjadi 10.41 juta hektare. Berdasarkan angka dalam DATA, penurunannya sekitar 0.25 juta hektare atau 2.35% dibandingkan 2020. Pada 2022, luas panen kembali naik tipis menjadi 10.45 juta hektare, bertambah sekitar 0.04 juta hektare atau 0.38% dibandingkan 2021.

Penurunan kembali terjadi pada 2023. Luas panen padi mencapai 10.21 juta hektare, atau sekitar 0.24 juta hektare lebih rendah dibandingkan 2022. Berdasarkan angka yang dibulatkan dalam DATA, penurunannya sekitar 2.30%.

Pada 2024, luas panen turun lagi menjadi 10.05 juta hektare. Angka ini merupakan luas panen terendah dalam periode 2020–2025. Dibandingkan 2023, terjadi penurunan sekitar 0.16 juta hektare atau 1.57% berdasarkan angka DATA. BPS kemudian menetapkan angka 2024 tersebut sebagai angka tetap.

Perubahan paling besar terjadi pada 2025. Luas panen meningkat dari 10.05 juta hektare menjadi 11.32 juta hektare. Dengan angka yang digunakan dalam DATA, kenaikannya mencapai 1.27 juta hektare atau sekitar 12.64%. Angka 11.32 juta hektare juga menjadi nilai tertinggi dalam seri enam tahun ini.

Jika dibandingkan antara 2020 dan 2025, luas panen padi bertambah sekitar 0.66 juta hektare. Kenaikan tersebut setara sekitar 6.19% dari luas panen pada 2020. Meskipun posisi 2025 lebih tinggi dibandingkan 2020, perkembangan tahunan tidak berlangsung secara linear karena terjadi penurunan pada 2021, 2023, dan 2024.

Data luas panen ini bukan proyeksi administratif. BPS memperoleh estimasi luas panen melalui Survei KSA dengan pendekatan objective measurement. Pengamatan lapangan dilakukan pada tujuh hari terakhir setiap bulan untuk mengidentifikasi fase pertumbuhan padi pada sampel segmen lahan. Data 2025 yang digunakan telah dipublikasikan BPS sebagai angka tetap.

Metodologi & Catatan

Luas panen padi dihitung BPS menggunakan Survei Kerangka Sampel Area (KSA), yang diterapkan secara nasional sejak 2018. Metode ini menggunakan objective measurement dengan sampel segmen lahan dan pengamatan lapangan pada tujuh hari terakhir setiap bulan. Karena seluruh seri 2020–2025 berada setelah penerapan nasional KSA, metodologi utama relatif konsisten.