Pariwisata

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2020–2025

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia meningkat dari 1.557.530 kunjungan pada 2021 menjadi 15.386.646 kunjungan pada 2025. Setelah mencapai titik terendah pada 2021, jumlah kunjungan meningkat setiap tahun hingga mencapai angka tertinggi dalam periode 2020–2025.

Diperbarui 31 Agustus 2026Periode 2020–2025
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025 · Satuan: Kunjungan

Tabel Data

Periode / LabelNilai (Kunjungan)
20204,052,923
20211,557,530
20225,889,031
202311,677,825
202413,886,678
202515,386,646

Pada 2020, Indonesia mencatat 4.052.923 kunjungan wisatawan mancanegara. Angka tersebut kemudian turun tajam menjadi 1.557.530 kunjungan pada 2021. Penurunan ini menjadikan 2021 sebagai titik terendah dalam seri 2020–2025.

Pada 2022, jumlah kunjungan meningkat menjadi 5.889.031. Dibandingkan 2021, terdapat tambahan 4.331.501 kunjungan atau kenaikan sekitar 278,10 persen. Kenaikan ini menandai pemulihan yang kuat dibandingkan kondisi tahun sebelumnya.

Pemulihan berlanjut pada 2023. Jumlah kunjungan mencapai 11.677.825, bertambah 5.788.794 kunjungan atau sekitar 98,30 persen dibandingkan 2022. Dengan demikian, jumlah kunjungan pada 2023 hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2024, jumlah kunjungan kembali meningkat menjadi 13.886.678. Dibandingkan 2023, terjadi tambahan 2.208.853 kunjungan atau sekitar 18,91 persen. BPS mencatat bahwa sumber data statistik kunjungan wisatawan mancanegara berasal dari data Direktorat Jenderal Imigrasi dan Mobile Positioning Data (MPD).

Pada 2025, jumlah kunjungan mencapai 15.386.646, meningkat 1.499.968 kunjungan atau sekitar 10,80 persen dibandingkan 2024. BPS menyatakan bahwa capaian 2025 merupakan yang tertinggi sejak 2020.

Jika dibandingkan dengan 2020, jumlah kunjungan pada 2025 bertambah 11.333.723 kunjungan atau sekitar 279,64 persen. Namun, perbandingan tersebut perlu dibaca dalam konteks bahwa 2020–2021 merupakan periode dengan jumlah kunjungan yang sangat rendah, sehingga persentase pertumbuhan dari titik tersebut terlihat sangat besar.

Data ini merupakan statistik jumlah kunjungan, bukan jumlah individu unik wisatawan. Satu wisatawan dapat menghasilkan lebih dari satu kunjungan sesuai definisi dan pencatatan statistik yang digunakan. Publikasi BPS 2025 menggunakan sumber data Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Mobile Positioning Data (MPD).

Metodologi & Catatan

Data merupakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, bukan jumlah orang unik. Publikasi BPS 2025 menyebutkan sumber data berasal dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Mobile Positioning Data (MPD). Publikasi tersebut dirilis pada 30 April 2026.