Pendidikan

Jumlah Siswa SD, SMP, SMA, dan SMK di Indonesia 2020–2025

Jumlah siswa SD turun dari 24.848.613 pada tahun ajaran 2020/2021 menjadi 24.017.221 pada 2024/2025. Pada periode yang sama, jumlah siswa SMA meningkat dari 5.095.343 menjadi 5.401.294, sedangkan jumlah siswa SMP dan SMK relatif berfluktuasi.

Diperbarui 31 Agustus 2026Periode 2020/2021–2024/2025
Sumber data: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
Publikasi: Indonesia Education Statistics in Brief / Ringkasan Statistik Pendidikan Indonesia · Satuan: jiwa

Tabel Data

Periode / LabelNilai (jiwa)
SD 2020/202124,848,613
SMP 2020/202110,090,484
SMA 2020/20215,095,343
SMK 2020/20215,392,938
SD 2021/202224,347,253
SMP 2021/202210,069,956
SMA 2021/20225,096,174
SMK 2021/20225,393,109
SD 2022/202324,092,699
SMP 2022/20239,959,956
SMA 2022/20235,310,433
SMK 2022/20235,059,603
SD 2023/202424,046,922
SMP 2023/202410,038,791
SMA 2023/20245,310,433
SMK 2023/20245,059,603
SD 2024/202524,017,221
SMP 2024/202510,110,216
SMA 2024/20255,401,294
SMK 2024/20255,066,661

Pada tahun ajaran 2020/2021, jumlah siswa SD tercatat 24.848.613 orang, menjadi jumlah terbesar di antara empat jenjang yang dianalisis. Pada periode yang sama terdapat 10.090.484 siswa SMP, 5.095.343 siswa SMA, dan 5.392.938 siswa SMK. Data sekolah tahun 2020/2021 bersumber dari Dapodik dan dihitung berdasarkan kondisi 30 November 2020.

Pada 2021/2022, jumlah siswa SD turun menjadi 24.347.253 orang atau berkurang 501.360 siswa dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah siswa SMP juga turun menjadi 10.069.956, sementara SMA meningkat tipis menjadi 5.096.174 dan SMK menjadi 5.393.109. Data tersebut berasal dari statistik pendidikan Kemendikbudristek tahun ajaran 2021/2022.

Pada 2022/2023, jumlah siswa SD kembali turun menjadi 24.092.699 orang. Jumlah siswa SMP mencapai 9.959.956 orang, SMA 5.310.433 orang, dan SMK 5.059.603 orang. Perubahan ini menunjukkan bahwa jumlah siswa tidak bergerak seragam pada setiap jenjang.

Pada 2023/2024, jumlah siswa SD tercatat 24.046.922 orang. Jumlah siswa SMP berada sekitar 10 juta orang, sedangkan jumlah siswa SMA dan SMK tetap berada pada kisaran sekitar 5 juta siswa. Publikasi statistik pendidikan periode ini disusun oleh Center for Data and Information Technology, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pada 2024/2025, data terbaru menunjukkan 24.017.221 siswa SD, 10.110.216 siswa SMP, 5.401.294 siswa SMA, dan 5.066.661 siswa SMK. Data tersebut berasal dari statistik pendidikan Kemendikdasmen dan dibedakan antara satuan pendidikan umum seperti SD, SMP, SMA, dan SMK dengan madrasah seperti MI, MTs, dan MA.

Jika membandingkan 2020/2021 dengan 2024/2025, jumlah siswa SD berkurang 831.392 orang atau sekitar 3,34 persen. Sebaliknya, jumlah siswa SMA meningkat 305.951 orang atau sekitar 6,00 persen. Perhitungan tersebut menggunakan angka pada dataset dan tidak merupakan angka yang diterbitkan sebagai indikator tersendiri oleh kementerian.

Jumlah siswa SMP pada awal dan akhir periode relatif stabil, dari 10.090.484 menjadi 10.110.216 orang, atau bertambah 19.732 orang. Sementara itu, jumlah siswa SMK turun dari 5.392.938 menjadi 5.066.661 orang, berkurang 326.277 orang atau sekitar 6,05 persen.

Data ini merupakan statistik administrasi pendidikan yang bersumber dari pendataan satuan pendidikan melalui Dapodik, bukan proyeksi penduduk atau hasil survei sampel. Karena periode yang digunakan adalah tahun ajaran, operator sebaiknya menampilkan label lengkap seperti 2020/2021 dan 2024/2025 agar tidak disalahartikan sebagai data tahun kalender.

Metodologi & Catatan

Data menggunakan tahun ajaran dan bersumber dari statistik administrasi pendidikan Kemendikdasmen/Kemendikbudristek yang berbasis Dapodik. Untuk tahun 2020/2021, statistik sekolah menyebutkan bahwa data dihitung berdasarkan kondisi 30 November 2020. Untuk 2024/2025, publikasi terbaru menggunakan data registrasi sekolah dan data administrasi pendidikan.