Jumlah Siswa Putus Sekolah Menurut Provinsi
Pada tahun ajaran 2024/2025, jumlah siswa SD yang tercatat putus sekolah di 38 provinsi mencapai 31526 orang. Jawa Barat mencatat jumlah terbesar sebanyak 4681 siswa, sedangkan DI Yogyakarta terendah dengan 28 siswa.
Publikasi: Jumlah Peserta Didik Putus Sekolah Menurut Tingkat Tiap Provinsi · Satuan: jiwa
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (jiwa) |
|---|---|
| Aceh | 695 |
| Sumatera Utara | 3,030 |
| Sumatera Barat | 668 |
| Riau | 824 |
| Jambi | 739 |
| Sumatera Selatan | 1,767 |
| Bengkulu | 336 |
| Lampung | 696 |
| Kepulauan Bangka Belitung | 209 |
| Kepulauan Riau | 154 |
| DKI Jakarta | 277 |
| Jawa Barat | 4,681 |
| Jawa Tengah | 1,185 |
| DI Yogyakarta | 28 |
| Jawa Timur | 1,618 |
| Banten | 1,552 |
| Bali | 107 |
| Nusa Tenggara Barat | 944 |
| Nusa Tenggara Timur | 1,737 |
| Kalimantan Barat | 982 |
| Kalimantan Tengah | 370 |
| Kalimantan Selatan | 346 |
| Kalimantan Timur | 489 |
| Kalimantan Utara | 114 |
| Sulawesi Utara | 283 |
| Sulawesi Tengah | 812 |
| Sulawesi Selatan | 1,411 |
| Sulawesi Tenggara | 637 |
| Gorontalo | 392 |
| Sulawesi Barat | 293 |
| Maluku | 905 |
| Maluku Utara | 610 |
| Papua Barat | 164 |
| Papua | 372 |
| Papua Selatan | 486 |
| Papua Tengah | 420 |
| Papua Pegunungan | 988 |
| Papua Barat Daya | 205 |
Data Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen menunjukkan bahwa kasus putus sekolah pada jenjang SD masih tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Dataset resmi tersebut diperbarui tahunan dan mengklasifikasikan siswa putus sekolah menurut provinsi serta tingkat kelas.
Secara nasional, penjumlahan data 38 provinsi menghasilkan 31526 siswa putus sekolah pada jenjang SD tahun ajaran 2024/2025. Angka ini merupakan hasil agregasi nilai provinsi dalam dataset dan tidak memasukkan kategori sekolah Indonesia di luar negeri.
Jawa Barat memiliki jumlah tertinggi, yakni 4681 siswa. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Utara sebanyak 3030 siswa, Sumatera Selatan 1767 siswa, Nusa Tenggara Timur 1737 siswa, Jawa Timur 1618 siswa, dan Banten 1552 siswa.
Pada sisi lain, DI Yogyakarta mencatat jumlah terendah dengan 28 siswa. Provinsi dengan angka relatif rendah lainnya antara lain Bali sebanyak 107 siswa, Kalimantan Utara 114 siswa, Kepulauan Riau 154 siswa, dan Papua Barat 164 siswa.
Selisih antara Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah tertinggi dan DI Yogyakarta sebagai provinsi dengan jumlah terendah mencapai 4653 siswa. Jumlah di Jawa Barat sekitar 167 kali jumlah yang tercatat di DI Yogyakarta. Perbandingan ini merupakan perbandingan jumlah absolut dan tidak memperhitungkan perbedaan jumlah peserta didik antardaerah.
Karena itu, jumlah absolut tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa risiko putus sekolah di Jawa Barat paling tinggi. Provinsi dengan populasi dan jumlah siswa yang besar secara alami mempunyai basis peserta didik yang jauh lebih besar. Untuk membandingkan risiko antarprovinsi secara lebih proporsional diperlukan indikator angka putus sekolah dalam bentuk persentase terhadap jumlah peserta didik.
Data ini bersumber dari sistem statistik pendidikan Kemendikdasmen. Publikasi Ikhtisar Data Pendidikan 2024/2025 menyatakan waktu pencatatan data adalah 30 November 2024, sementara publikasi diperbarui secara tahunan.
Seri waktu lima tahun tidak digabungkan ke dalam dataset ini karena struktur wilayah Indonesia berubah setelah pembentukan provinsi-provinsi baru di Papua. Menggabungkan data lama 34 provinsi dengan data terbaru 38 provinsi tanpa rekonstruksi wilayah berpotensi menghasilkan perbandingan yang tidak konsisten. Karena itu, untuk publikasi ini lebih aman menggunakan potret terbaru 2024/2025.
Metodologi & Catatan
Data merupakan jumlah peserta didik putus sekolah pada bentuk satuan pendidikan SD dan SPK SD yang diklasifikasikan menurut tingkat pendidikan dan provinsi. Sumber resmi menyatakan data pendidikan 2024/2025 dicatat pada 30 November 2024. Dataset dikelola Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen dan memiliki jadwal pembaruan tahunan.