Jumlah Sekolah di Indonesia Menurut Jenjang 2020–2025
Jumlah sekolah pada empat jenjang utama SD, SMP, SMA, dan SMK meningkat dari 217283 unit pada tahun ajaran 2020/2021 menjadi 221132 unit pada 2024/2025. Pertumbuhan paling besar terjadi pada SMP, yang bertambah 2501 sekolah menjadi 43098 unit, sementara jumlah SD relatif stabil di sekitar 149 ribu unit. Data tahunan BPS berasal dari registrasi sekolah kementerian pendidikan. ANALISIS: Pada tahun ajaran 2020/2021, Indonesia memiliki 148743 SD, 40597 SMP, 13865 SMA, dan 14078 SMK. Jika keempat jenjang tersebut dijumlahkan, terdapat 217283 sekolah. SD mendominasi jumlah satuan pendidikan karena merupakan jenjang pendidikan dasar dengan cakupan wilayah pelayanan yang paling luas. Pada 2021/2022, jumlah empat jenjang tersebut meningkat menjadi 218600 sekolah. SD bertambah menjadi 148992 unit, SMP menjadi 41402 unit, SMA menjadi 14007 unit, dan SMK menjadi 14199 unit. Dengan demikian, terdapat tambahan bersih 1317 sekolah dibandingkan tahun ajaran sebelumnya. Pertumbuhan kembali terjadi pada 2022/2023. Jumlah SMP mencapai 41986 unit dan SMA mencapai 14236 unit. Pada periode tersebut jumlah SD sedikit turun dari 148992 menjadi 148975 unit, sedangkan SMK meningkat menjadi 14265 unit. BPS menyatakan data tahun tersebut merupakan hasil registrasi sekolah yang dikumpulkan Kemendikbudristek. Pada 2023/2024, jumlah SD kembali menurun menjadi 148758 unit. Sebaliknya, SMP naik menjadi 42548 unit dan SMA menjadi 14445 unit. Jumlah SMK turun tipis menjadi 14252 unit. Secara agregat, empat jenjang tersebut tetap bertambah menjadi 220003 sekolah. Publikasi Statistik Pendidikan 2024 menegaskan bahwa data sekolah tersebut merupakan data registrasi tahun ajaran 2023/2024. Pada akhir seri, yaitu 2024/2025, terdapat 149034 SD, 43098 SMP, 14675 SMA, dan 14325 SMK. Total empat jenjang menjadi 221132 unit. Dibandingkan 2020/2021, jumlah tersebut bertambah 3849 sekolah atau sekitar 1.77%. Dilihat per jenjang, SMP mengalami peningkatan absolut paling besar, yaitu 2501 sekolah atau sekitar 6.16% dari 40597 menjadi 43098 unit. SMA bertambah 810 sekolah atau sekitar 5.84%. SMK bertambah 247 sekolah atau sekitar 1.75%, sedangkan SD hanya bertambah 291 sekolah atau sekitar 0.20%. Pola tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah satuan pendidikan selama periode ini lebih terkonsentrasi pada jenjang pendidikan menengah dibandingkan SD. Namun angka tidak boleh ditafsirkan langsung sebagai jumlah gedung baru, karena perubahan jumlah satuan pendidikan juga dapat dipengaruhi pembukaan, penutupan, penggabungan, perubahan status, serta pembaruan registrasi sekolah. Data ini bukan hasil estimasi atau proyeksi penduduk. BPS menyebut jumlah sekolah dalam publikasi Statistik Pendidikan berasal dari data registrasi sekolah yang dikumpulkan kementerian pendidikan untuk tahun ajaran terkait. Statistik Pendidikan 2025 menggunakan registrasi sekolah Kemendikdasmen tahun ajaran 2024/2025.
Publikasi: Statistik Pendidikan 2021 · Satuan: unit
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (unit) |
|---|---|
| 2020/2021 | 148,743,405,971,386,499,072 |
| 2021/2022 | 148,992,414,021,400,723,456 |
| 2022/2023 | 148,975,419,861,423,620,096 |
| 2023/2024 | 148,758,425,481,444,524,032 |
| 2024/2025 | 149,034,430,981,467,504,640 |
Pada tahun ajaran 2020/2021, Indonesia memiliki 148743 SD, 40597 SMP, 13865 SMA, dan 14078 SMK. Jika keempat jenjang tersebut dijumlahkan, terdapat 217283 sekolah. SD mendominasi jumlah satuan pendidikan karena merupakan jenjang pendidikan dasar dengan cakupan wilayah pelayanan yang paling luas.
Pada 2021/2022, jumlah empat jenjang tersebut meningkat menjadi 218600 sekolah. SD bertambah menjadi 148992 unit, SMP menjadi 41402 unit, SMA menjadi 14007 unit, dan SMK menjadi 14199 unit. Dengan demikian, terdapat tambahan bersih 1317 sekolah dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.
Pertumbuhan kembali terjadi pada 2022/2023. Jumlah SMP mencapai 41986 unit dan SMA mencapai 14236 unit. Pada periode tersebut jumlah SD sedikit turun dari 148992 menjadi 148975 unit, sedangkan SMK meningkat menjadi 14265 unit. BPS menyatakan data tahun tersebut merupakan hasil registrasi sekolah yang dikumpulkan Kemendikbudristek.
Pada 2023/2024, jumlah SD kembali menurun menjadi 148758 unit. Sebaliknya, SMP naik menjadi 42548 unit dan SMA menjadi 14445 unit. Jumlah SMK turun tipis menjadi 14252 unit. Secara agregat, empat jenjang tersebut tetap bertambah menjadi 220003 sekolah. Publikasi Statistik Pendidikan 2024 menegaskan bahwa data sekolah tersebut merupakan data registrasi tahun ajaran 2023/2024.
Pada akhir seri, yaitu 2024/2025, terdapat 149034 SD, 43098 SMP, 14675 SMA, dan 14325 SMK. Total empat jenjang menjadi 221132 unit. Dibandingkan 2020/2021, jumlah tersebut bertambah 3849 sekolah atau sekitar 1.77%.
Dilihat per jenjang, SMP mengalami peningkatan absolut paling besar, yaitu 2501 sekolah atau sekitar 6.16% dari 40597 menjadi 43098 unit. SMA bertambah 810 sekolah atau sekitar 5.84%. SMK bertambah 247 sekolah atau sekitar 1.75%, sedangkan SD hanya bertambah 291 sekolah atau sekitar 0.20%.
Pola tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah satuan pendidikan selama periode ini lebih terkonsentrasi pada jenjang pendidikan menengah dibandingkan SD. Namun angka tidak boleh ditafsirkan langsung sebagai jumlah gedung baru, karena perubahan jumlah satuan pendidikan juga dapat dipengaruhi pembukaan, penutupan, penggabungan, perubahan status, serta pembaruan registrasi sekolah.
Data ini bukan hasil estimasi atau proyeksi penduduk. BPS menyebut jumlah sekolah dalam publikasi Statistik Pendidikan berasal dari data registrasi sekolah yang dikumpulkan kementerian pendidikan untuk tahun ajaran terkait. Statistik Pendidikan 2025 menggunakan registrasi sekolah Kemendikdasmen tahun ajaran 2024/2025.
Metodologi & Catatan
Data merupakan data registrasi satuan pendidikan, bukan hasil survei atau proyeksi. BPS menyajikan data kementerian pendidikan sesuai tahun ajaran: Statistik Pendidikan 2021 menggunakan tahun ajaran 2020/2021; Statistik Pendidikan 2022 menggunakan 2021/2022; Statistik Pendidikan 2023 menggunakan 2022/2023; Statistik Pendidikan 2024 menggunakan 2023/2024; dan Statistik Pendidikan 2025 menggunakan 2024/2025.