Inflasi Indonesia 2020–2025
Inflasi Indonesia bergerak fluktuatif selama 2020–2025, dengan titik tertinggi 5,51 persen pada 2022 dan terendah 1,57 persen pada 2024. Pada 2025, inflasi meningkat menjadi 2,92 persen dari 1,57 persen pada 2024.
Publikasi: Inflasi Umum Nasional Menurut Tahun Kalender · Satuan: persen
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (persen) |
|---|---|
| 2020 | 1.68 |
| 2021 | 1.87 |
| 2022 | 5.51 |
| 2023 | 2.61 |
| 2024 | 1.57 |
| 2025 | 2.92 |
Pada 2020, inflasi Indonesia tercatat sebesar 1,68 persen. Angka ini merupakan salah satu tingkat inflasi terendah dalam periode yang dianalisis dan menjadi titik awal seri 2020–2025. Data inflasi tahunan tersebut merupakan inflasi berdasarkan tahun kalender.
Pada 2021, inflasi meningkat menjadi 1,87 persen. Dibandingkan 2020, terjadi kenaikan sebesar 0,19 persen poin. Meskipun meningkat, tingkat inflasi masih berada di bawah 2 persen.
Perubahan paling besar terjadi pada 2022 ketika inflasi mencapai 5,51 persen. Dibandingkan 2021, inflasi meningkat 3,64 persen poin. BPS mencatat kelompok transportasi menjadi salah satu kelompok dengan kenaikan harga yang tinggi pada 2022, sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan kontribusi terhadap inflasi.
Pada 2023, inflasi turun cukup tajam menjadi 2,61 persen. Dibandingkan 2022, terjadi penurunan sebesar 2,90 persen poin. Penurunan tersebut membuat tingkat inflasi kembali berada pada kisaran sekitar 2–3 persen.
Pada 2024, inflasi kembali turun menjadi 1,57 persen. Angka ini merupakan yang terendah dalam seri 2020–2025. Dibandingkan 2023, inflasi turun sebesar 1,04 persen poin. Data BPS menunjukkan angka inflasi Indonesia tahun 2024 sebesar 1,57 persen.
Pada 2025, inflasi meningkat menjadi 2,92 persen. Dibandingkan 2024, terjadi kenaikan sebesar 1,35 persen poin atau sekitar 85,99 persen secara relatif. BPS mencatat inflasi year-on-year dan year-to-date Desember 2025 sama-sama sebesar 2,92 persen.
Secara keseluruhan, inflasi meningkat dari 1,68 persen pada 2020 menjadi 2,92 persen pada 2025, atau naik 1,24 persen poin. Namun, pola selama periode tersebut tidak menunjukkan kenaikan terus-menerus karena inflasi sempat mencapai puncak 5,51 persen pada 2022 sebelum turun hingga 1,57 persen pada 2024. Data ini merupakan statistik harga konsumen yang dihitung BPS berdasarkan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK), bukan proyeksi.
Metodologi & Catatan
Data menggunakan inflasi tahunan (year-on-year/year-to-date pada Desember) berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK). Untuk seri tahunan, angka yang digunakan adalah inflasi nasional menurut tahun kalender: 2020 sebesar 1,68 persen, 2021 sebesar 1,87 persen, 2022 sebesar 5,51 persen, 2023 sebesar 2,61 persen, 2024 sebesar 1,57 persen, dan 2025 sebesar 2,92 persen. BPS menyatakan inflasi Desember 2025 secara year-on-year dan year-to-date masing-masing sebesar 2,92 persen.