Kesehatan

Angka Harapan Hidup Indonesia 2020–2025

Angka harapan hidup saat lahir Indonesia meningkat dari 73,37 tahun pada 2020 menjadi 74,47 tahun pada 2025. Selama periode tersebut, terjadi peningkatan sebesar 1,10 tahun atau sekitar 1,50 persen.

Diperbarui 31 Agustus 2026Periode 2020–2025
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2025 · Satuan: tahun

Tabel Data

Periode / LabelNilai (tahun)
202073.37
202173.46
202273.70
202373.93
202474.15
202574.47

Pada 2020, angka harapan hidup saat lahir Indonesia tercatat sebesar 73,37 tahun. Angka ini menjadi titik awal seri yang digunakan untuk melihat perkembangan indikator umur panjang dan hidup sehat selama 2020–2025.

Pada 2021, angka harapan hidup meningkat menjadi 73,46 tahun. Kenaikannya sebesar 0,09 tahun dibandingkan 2020. Selanjutnya, pada 2022 angka tersebut meningkat menjadi 73,70 tahun atau bertambah 0,24 tahun dari tahun sebelumnya.

Pada 2023, angka harapan hidup kembali meningkat menjadi 73,93 tahun. Dibandingkan 2022, kenaikannya sebesar 0,23 tahun. BPS menyatakan bahwa sumber data umur harapan hidup saat lahir menggunakan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020-LF).

Pada 2024, angka harapan hidup mencapai 74,15 tahun, meningkat 0,22 tahun dibandingkan 2023. BPS mencatat pertumbuhan UHH sebesar 0,30 persen pada 2024.

Pada 2025, angka harapan hidup meningkat lagi menjadi 74,47 tahun. Dibandingkan 2024, terdapat kenaikan sebesar 0,32 tahun. BPS mencatat UHH 2025 sebagai salah satu indikator yang mengalami peningkatan bersama seluruh indikator pembentuk IPM lainnya.

Secara keseluruhan, angka harapan hidup meningkat sebesar 1,10 tahun, dari 73,37 tahun pada 2020 menjadi 74,47 tahun pada 2025. Jika dihitung secara relatif terhadap angka 2020, peningkatannya sekitar 1,50 persen.

Tidak terdapat penurunan pada setiap perpindahan tahun dalam seri ini. Angka terendah berada pada 2020 sebesar 73,37 tahun, sedangkan angka tertinggi berada pada 2025 sebesar 74,47 tahun. Data ini merupakan indikator statistik yang digunakan dalam penghitungan IPM dan bukan proyeksi penduduk.

Metodologi & Catatan

Angka yang digunakan adalah Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir, yaitu perkiraan rata-rata jumlah tahun yang dapat dijalani bayi yang lahir hidup berdasarkan pola mortalitas pada periode tertentu. Untuk seri ini, BPS menyebut sumber UHH menggunakan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020-LF).