Pertanian

Jumlah Produksi Padi Indonesia 2020–2025

Produksi padi Indonesia dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) meningkat dari 54,65 juta ton pada 2020 menjadi 60,21 juta ton pada 2025. Produksi terendah dalam periode ini terjadi pada 2024 sebesar 53,14 juta ton, sebelum meningkat 13,29 persen pada 2025.

Diperbarui 31 Agustus 2026Periode 2020–2025
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2025 · Satuan: juta ton GKG

Tabel Data

Periode / LabelNilai (juta ton GKG)
202054.65
202154.42
202254.75
202353.98
202453.14
202560.21

Pada 2020, produksi padi Indonesia tercatat sebesar 54,65 juta ton GKG. Angka ini menjadi titik awal seri waktu yang digunakan untuk melihat perkembangan produksi padi nasional hingga 2025. BPS menggunakan produksi dalam bentuk Gabah Kering Giling sebagai salah satu indikator utama produksi padi.

Pada 2021, produksi padi turun tipis menjadi 54,42 juta ton GKG. Dibandingkan 2020, terjadi penurunan sebesar 0,23 juta ton atau sekitar 0,42 persen. BPS mencatat produksi 2021 sebesar 54,42 juta ton dan membandingkannya dengan 54,65 juta ton pada 2020.

Pada 2022, produksi kembali meningkat menjadi 54,75 juta ton GKG. Dibandingkan 2021, terdapat kenaikan sebesar 0,33 juta ton atau sekitar 0,61 persen. Angka 54,75 juta ton merupakan angka yang digunakan BPS dalam seri berikutnya untuk membandingkan produksi 2023.

Pada 2023, produksi padi turun menjadi 53,98 juta ton GKG. Penurunan dibandingkan 2022 sebesar 0,77 juta ton atau sekitar 1,40 persen. BPS menyatakan produksi 2023 sebesar 53,98 juta ton dan produksi beras hasil konversinya mencapai 31,10 juta ton.

Pada 2024, produksi kembali turun menjadi 53,14 juta ton GKG. Dibandingkan 2023, terjadi penurunan sebesar 0,84 juta ton atau sekitar 1,56 persen. BPS mencatat bahwa produksi 2024 sebesar 53,14 juta ton, sementara produksi beras untuk konsumsi penduduk mencapai 30,62 juta ton.

Pada 2025, produksi padi meningkat tajam menjadi 60,21 juta ton GKG. Kenaikannya mencapai 7,07 juta ton atau 13,31 persen berdasarkan angka yang ditampilkan dalam dataset. BPS merilis angka tetap 2025 sebesar 60,21 juta ton GKG dan menyebut kenaikannya sebesar 7,06 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan 2024; perbedaan kecil pada hasil pengurangan disebabkan pembulatan angka publikasi.

Secara keseluruhan, produksi padi meningkat 5,56 juta ton dari 54,65 juta ton pada 2020 menjadi 60,21 juta ton pada 2025, atau sekitar 10,17 persen. Produksi tertinggi terjadi pada 2025, sedangkan yang terendah terjadi pada 2024.

Data ini merupakan statistik pertanian yang dihitung menggunakan Survei Kerangka Sampel Area (KSA). BPS menjelaskan bahwa KSA menggunakan pengamatan lapangan dan citra satelit untuk memperbaiki pengukuran luas panen; produksi kemudian dihitung berdasarkan luas panen dan produktivitas. Dengan demikian, angka 2025 merupakan angka tetap, bukan proyeksi tahunan.

Metodologi & Catatan

roduksi menggunakan satuan Gabah Kering Giling (GKG). BPS menerapkan Survei KSA secara nasional sejak 2018 dengan pengamatan lapangan pada tujuh hari terakhir setiap bulan. Publikasi 2025 dirilis pada 3 Agustus 2026 dan mencatat produksi 2025 sebesar 60,21 juta ton GKG sebagai angka tetap.