Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020–2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen pada 2020, kemudian kembali tumbuh 3,70 persen pada 2021 dan mencapai 5,31 persen pada 2022. Setelah sedikit melambat pada 2023–2024, pertumbuhan ekonomi kembali meningkat menjadi 5,11 persen pada 2025.
Publikasi: Produk Domestik Bruto Indonesia / Berita Resmi Statistik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia · Satuan: persen
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (persen) |
|---|---|
| 2020 | -2.07 |
| 2021 | 3.70 |
| 2022 | 5.31 |
| 2023 | 5.05 |
| 2024 | 5.03 |
| 2025 | 5.11 |
Pada 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen. Angka negatif tersebut merupakan titik terendah dalam seri 2020–2025. BPS mencatat kontraksi ekonomi 2020 terjadi secara year-on-year/c-to-c dibandingkan 2019.
Pada 2021, ekonomi Indonesia kembali tumbuh sebesar 3,70 persen. Dibandingkan 2020, terjadi perubahan sebesar 5,77 persen poin, dari -2,07 persen menjadi 3,70 persen. BPS kemudian mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.
Pada 2022, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,31 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam seri 2020–2025. Dibandingkan 2021, pertumbuhan meningkat sebesar 1,61 persen poin.
Pada 2023, pertumbuhan ekonomi sedikit melambat menjadi 5,05 persen. Angka tersebut turun 0,26 persen poin dibandingkan 2022 yang sebesar 5,31 persen. Meskipun melambat, pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 5 persen.
Pada 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan tersebut kembali sedikit melambat sebesar 0,02 persen poin dibandingkan 2023 yang mencapai 5,05 persen. BPS menyebut perekonomian 2024 tetap tumbuh di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,11 persen, naik 0,08 persen poin dibandingkan 2024. BPS mencatat PDB atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun.
Secara keseluruhan, perubahan dari -2,07 persen pada 2020 menjadi 5,11 persen pada 2025 adalah 7,18 persen poin. Perubahan persentase relatif terhadap 2020 tidak digunakan karena nilai dasar 2020 negatif sehingga persentase perubahan relatif dapat menyesatkan. Data pertumbuhan ekonomi ini merupakan statistik makroekonomi yang dihitung dari Produk Domestik Bruto (PDB), bukan proyeksi atau estimasi.
Metodologi & Catatan
Pertumbuhan ekonomi yang digunakan adalah pertumbuhan PDB c-to-c (year-on-year secara tahunan), yaitu perbandingan kinerja ekonomi satu tahun dengan tahun sebelumnya berdasarkan PDB atas dasar harga konstan. Data 2025 merupakan data tahunan terbaru yang dirilis BPS pada 5 Februari 2026. BPS mencatat ekonomi 2025 tumbuh 5,11 persen.