Perkembangan Harga Beras Medium Indonesia 2021–2025
Rata-rata harga beras medium di tingkat penggilingan meningkat dari Rp9.059,67 per kilogram pada 2021 menjadi Rp12.957,80 pada 2025. Kenaikan mencapai sekitar Rp3.898 per kilogram atau 43,03%.
Publikasi: Statistik Harga Komoditas Pertanian · Satuan: Rupiah per kilogram
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (Rupiah per kilogram) |
|---|---|
| 2021 | 9,059.67 |
| 2022 | 9,501.05 |
| 2023 | 11,723.53 |
| 2024 | 12,800.80 |
| 2025 | 12,957.80 |
1. Kondisi harga pada 2021
Rata-rata harga beras medium berada pada Rp9.059,67 per kilogram. Angka ini menjadi titik awal pengamatan.
2. Perkembangan pada 2022
Harga meningkat menjadi Rp9.501,05 per kilogram atau naik sekitar 4,87% dibandingkan tahun sebelumnya.
3. Kenaikan besar pada 2023
Harga mencapai Rp11.723,53 per kilogram, meningkat sekitar 23,39% dari 2022. Ini merupakan kenaikan tahunan terbesar dalam seri yang digunakan.
4. Harga pada 2024
Rata-rata harga kembali naik menjadi Rp12.800,80 per kilogram. Kenaikan tahunannya sekitar 9,19%.
5. Kondisi pada 2025
Harga beras medium mencapai Rp12.957,80 per kilogram. Kenaikannya sekitar 1,23% dibandingkan 2024.
6. Kenaikan kumulatif
Selama 2021–2025, harga meningkat sekitar 43,03%. Namun, laju kenaikan tahunan pada 2025 jauh lebih rendah daripada 2023.
7. Mengapa harga beras penting?
Beras merupakan bahan pangan pokok bagi banyak rumah tangga Indonesia. Perubahan harganya relevan untuk memahami perkembangan biaya pangan, meskipun harga penggilingan tidak sama dengan harga yang dibayar konsumen di pasar.
Metodologi & Catatan
Data menunjukkan harga rata-rata beras medium di tingkat penggilingan, bukan harga eceran di pasar atau supermarket. BPS menjelaskan bahwa indikator harga penggilingan mengukur harga jual beras dari produsen penggilingan.
Mulai Januari 2024 terdapat penyesuaian klasifikasi kualitas beras berdasarkan peraturan Badan Pangan Nasional. Perubahan ini perlu disebutkan ketika membandingkan angka lintas tahun.