Energi, Infrastruktur, dan Kesejahteraan Masyarakat

Provinsi dengan Persentase Rumah Tangga Pengguna Listrik Tertinggi di Indonesia 2025

Berdasarkan data BPS tahun 2025, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta mencatat persentase rumah tangga yang menggunakan listrik sebagai sumber penerangan utama sebesar 100,00%. Secara nasional, persentasenya mencapai 99,55%, sementara Papua Tengah memiliki persentase terendah sebesar 67,46%.

Diperbarui 22 Oktober 2026Periode 2025
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS)
Publikasi: Persentase Rumah Tangga menurut Provinsi dan Sumber Penerangan Utama dari Listrik · Satuan: persen

Tabel Data

Periode / LabelNilai (persen)
DKI Jakarta100
Jawa Barat100
Jawa Tengah100
DI Yogyakarta100
Bengkulu99.99
Jawa Timur99.99
Nusa Tenggara Barat99.99
Bali99.98
Aceh99.97
Kalimantan Timur99.97
Lampung99.96
Kepulauan Riau99.96
Sulawesi Tenggara99.94
Kepulauan Bangka Belitung99.93
Kalimantan Utara99.89
Banten99.86
Kalimantan Selatan99.86
Sulawesi Selatan99.86
Sulawesi Utara99.84
Sumatera Selatan99.77
Sumatera Utara99.72
Riau99.71
Jambi99.68
Sulawesi Barat99.68
Gorontalo99.67
Kalimantan Tengah99.65
Sumatera Barat99.47
Maluku Utara99.26
Kalimantan Barat99.16
Maluku98.74
Sulawesi Tengah98.70
Papua Barat Daya98.56
Nusa Tenggara Timur98.06
Papua96.65
Papua Barat96.59
Papua Selatan83.61
Papua Pegunungan68.88
Papua Tengah67.46

1. Penggunaan listrik secara nasional

Pada 2025, sebanyak 99,55% rumah tangga di Indonesia menggunakan listrik sebagai sumber penerangan utama. Angka ini mencakup listrik PLN maupun listrik non-PLN.

2. Empat provinsi mencapai 100%

DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta sama-sama mencatat 100,00%. Angka tersebut merupakan hasil estimasi survei yang dibulatkan menjadi dua angka desimal, bukan jaminan bahwa setiap rumah tangga tanpa pengecualian telah menggunakan listrik.

3. Tujuh provinsi mencatat minimal 99,99%

Selain empat provinsi tersebut, Bengkulu, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat mencatat 99,99%. Dengan demikian, tujuh provinsi memiliki capaian sedikitnya 99,99%.

4. Penggunaan listrik di wilayah luar Jawa

Bali mencatat 99,98%, Aceh 99,97%, dan Kalimantan Timur 99,97%. Hasil ini menunjukkan bahwa persentase penggunaan listrik yang sangat tinggi tidak hanya ditemukan di Pulau Jawa.

5. Papua Tengah mencatat persentase terendah

Papua Tengah berada di posisi terendah dengan 67,46%, diikuti Papua Pegunungan 68,88% dan Papua Selatan 83,61%. Ketiganya berada cukup jauh di bawah angka nasional.

6. Kesenjangan antarprovinsi

Selisih antara provinsi dengan persentase tertinggi (100,00%) dan Papua Tengah (67,46%) mencapai 32,54 poin persentase. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemerataan akses listrik masih menjadi perhatian penting.

7. Perbedaan listrik PLN dan non-PLN

Penggunaan listrik sebagai penerangan utama tidak selalu berarti rumah tangga tersambung ke jaringan PLN. Sebagai contoh, BPS mencatat penggunaan listrik PLN di Papua Pegunungan sebesar 20,78%, sedangkan total penggunaan listrik, termasuk non-PLN, mencapai 68,88%.

Metodologi & Catatan

Data berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025. Indikator mencakup rumah tangga yang menggunakan listrik PLN dan listrik non-PLN sebagai sumber penerangan utama.