Provinsi dengan Persentase Rumah Tangga Memiliki Rumah Sendiri Tertinggi di Indonesia 2025
Berdasarkan data BPS tahun 2025, Papua Pegunungan mencatat persentase rumah tangga yang menempati bangunan milik sendiri tertinggi di Indonesia, sebesar 96,61%. Sulawesi Barat berada di posisi kedua dengan 94,22%, disusul Lampung sebesar 92,89%. Sementara itu, DKI Jakarta mencatat persentase terendah sebesar 54,54%, dengan capaian nasional sebesar 85,07%.
Publikasi: Distribusi Persentase Rumah Tangga Menurut Provinsi dan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal, 2025. · Satuan: persen
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (persen) |
|---|---|
| Papua Pegunungan | 96.61 |
| Sulawesi Barat | 94.22 |
| Lampung | 92.89 |
| Kalimantan Barat | 92.28 |
| Nusa Tenggara Barat | 91.97 |
| Maluku Utara | 91.77 |
| Nusa Tenggara Timur | 91.72 |
| Sulawesi Tenggara | 91.41 |
| Jawa Tengah | 90.97 |
| Jawa Timur | 90.86 |
| Bengkulu | 90.49 |
| Papua Tengah | 90.03 |
| Kepulauan Bangka Belitung | 89.73 |
| Jambi | 89.38 |
| Sulawesi Tengah | 89.03 |
| Sulawesi Selatan | 88.58 |
| Banten | 86.67 |
| Gorontalo | 86.22 |
| Sumatera Selatan | 85.93 |
| Maluku | 85.59 |
| Aceh | 85.21 |
| Kalimantan Selatan | 84.73 |
| Bali | 83.73 |
| Jawa Barat | 83.54 |
| DI Yogyakarta | 83.54 |
| Kalimantan Tengah | 83.36 |
| Papua Barat | 83.19 |
| Papua Barat Daya | 83.17 |
| Sulawesi Utara | 81.37 |
| Kalimantan Utara | 79.92 |
| Papua | 79.06 |
| Riau | 78.69 |
| Papua Selatan | 78.06 |
| Kalimantan Timur | 77.43 |
| Kepulauan Riau | 75.40 |
| Sumatera Utara | 73.16 |
| Sumatera Barat | 73.02 |
| DKI Jakarta | 54.54 |
1. Gambaran kepemilikan rumah di Indonesia
Pada 2025, sebanyak 85,07% rumah tangga di Indonesia menempati bangunan tempat tinggal dengan status milik sendiri. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah menempati hunian yang dimiliki sendiri, meskipun persentasenya berbeda antarprovinsi.
2. Papua Pegunungan menempati posisi tertinggi
Papua Pegunungan berada di peringkat pertama dengan persentase 96,61%. Angka tersebut lebih tinggi 11,54 poin persentase dibandingkan capaian nasional. Tingginya persentase ini menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di provinsi tersebut menempati bangunan berstatus milik sendiri.
3. Sulawesi Barat dan Lampung menyusul
Sulawesi Barat menempati posisi kedua dengan 94,22%, sedangkan Lampung berada di posisi ketiga dengan 92,89%. Selisih antara Papua Pegunungan dan Sulawesi Barat mencapai 2,39 poin persentase.
4. Kondisi kepemilikan rumah di Pulau Jawa
Di Pulau Jawa, Jawa Tengah mencatat 90,97%, disusul Jawa Timur 90,86%. Sementara itu, Banten mencapai 86,67%, Jawa Barat dan DI Yogyakarta masing-masing 83,54%, sedangkan DKI Jakarta sebesar 54,54%.
5. DKI Jakarta mencatat persentase terendah
DKI Jakarta berada pada posisi terakhir dari 38 provinsi dengan persentase kepemilikan rumah sendiri sebesar 54,54%. Berdasarkan data BPS, persentase rumah tangga yang menempati bangunan kontrak atau sewa di DKI Jakarta mencapai 21,20%.
Badan Pusat Statistik Indonesia
6. Kesenjangan antardaerah
Selisih antara provinsi tertinggi, Papua Pegunungan (96,61%), dan terendah, DKI Jakarta (54,54%), mencapai 42,07 poin persentase. Perbedaan tersebut menunjukkan variasi status penguasaan tempat tinggal antarwilayah.
7. Interpretasi data
Persentase kepemilikan rumah sendiri tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran kesejahteraan masyarakat. Tingginya kepemilikan bangunan tidak otomatis menunjukkan bahwa kualitas rumah, fasilitas sanitasi, akses air bersih, maupun kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik.
Data ini merupakan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, bukan hasil sensus seluruh rumah tangga. Oleh karena itu, hasilnya perlu dipahami sebagai estimasi statistik berdasarkan metode survei BPS.
Metodologi & Catatan
Data berasal dari Susenas Maret 2025. Indikator yang digunakan adalah persentase rumah tangga dengan status penguasaan bangunan tempat tinggal milik sendiri, bukan kepemilikan sertifikat tanah.
BPS membedakan status penguasaan tempat tinggal menjadi milik sendiri, kontrak/sewa, dan lainnya. Persentase nasional merupakan hasil estimasi survei, bukan rata-rata sederhana dari seluruh persentase provinsi.