Pertumbuhan Penggunaan Paylater di Indonesia 2024–2026
Data resmi OJK menunjukkan baki debet kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan mencapai Rp26,4 triliun pada Desember 2025 dan Rp30,7 triliun pada Juni 2026. Pada Juni 2026, jumlah rekening BNPL perbankan mencapai 32,77 juta, dengan pertumbuhan baki debet sebesar 33,54 persen dibandingkan Juni 2025.
Publikasi: Siaran Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, perkembangan kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan. · Satuan: Triliun rupiah
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (Triliun rupiah) |
|---|---|
| Sep 2024 | 19.81 |
| Des 2025 | 26.40 |
| Mar 2026 | 28.30 |
| Apr 2026 | 29.30 |
| Mei 2026 | 30.10 |
| Jun 2026 | 30.70 |
Paylater atau Buy Now Pay Later merupakan fasilitas pembiayaan yang memungkinkan konsumen membayar transaksi pada waktu berikutnya. Salah satu indikator perkembangan layanan ini adalah baki debet kredit BNPL perbankan, yaitu saldo kredit yang masih berjalan pada periode tertentu.
Pada September 2024, OJK mencatat baki debet BNPL perbankan sebesar Rp19,81 triliun dengan 19,82 juta rekening. Angka tersebut menunjukkan besarnya penggunaan fasilitas BNPL yang tercatat dalam sistem pelaporan kredit perbankan.
Pada Desember 2025, baki debet BNPL perbankan mencapai Rp26,4 triliun dengan jumlah rekening sebesar 31,21 juta. Dibandingkan September 2024, terdapat kenaikan baki debet sebesar Rp6,59 triliun atau sekitar 33,27 persen. Perbandingan ini menggambarkan perubahan antara dua periode pengamatan yang berbeda, bukan pertumbuhan tahunan.
Perkembangan berlanjut pada 2026. OJK melaporkan baki debet BNPL perbankan sebesar Rp28,3 triliun pada Maret, Rp29,3 triliun pada April, Rp30,1 triliun pada Mei, dan Rp30,7 triliun pada Juni. Nilai tersebut menunjukkan kenaikan selama empat periode pengamatan yang tersedia.
Dari Desember 2025 hingga Juni 2026, baki debet BNPL perbankan meningkat Rp4,3 triliun atau sekitar 16,29 persen. Sementara itu, jumlah rekening meningkat dari 31,21 juta menjadi 32,77 juta, bertambah 1,56 juta rekening.
Pada Juni 2026, OJK mencatat pertumbuhan baki debet BNPL perbankan sebesar 33,54 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini membandingkan Juni 2026 dengan Juni 2025, sehingga berbeda dari perhitungan perubahan sejak Desember 2025.
Perlu diperhatikan bahwa meningkatnya baki debet dan jumlah rekening tidak otomatis berarti jumlah pengguna unik meningkat dengan besaran yang sama. Satu individu dapat memiliki lebih dari satu rekening. Selain itu, data BNPL perbankan tidak mencakup seluruh pembiayaan paylater oleh perusahaan pembiayaan.
Metodologi & Catatan
Indikator yang digunakan adalah baki debet kredit BNPL perbankan berdasarkan pelaporan SLIK. Data tersebut berbeda dari pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan. Jumlah rekening juga tidak sama dengan jumlah individu pengguna.