Perkembangan Pinjaman Online di Indonesia 2021–2026
OJK menyediakan statistik resmi industri pinjaman daring atau fintech peer-to-peer lending sejak sebelum 2021. Laporan Triwulanan I-2022 OJK, misalnya, mencatat outstanding pinjaman sebesar Rp29.88 triliun pada akhir 2021 dan Rp37.39 triliun pada triwulan I-2022.
Publikasi: Statistik Fintech Lending dan Statistik Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). · Satuan: Triliun rupiah
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (Triliun rupiah) |
|---|---|
| 2021 | 29.88 |
Pinjaman online merupakan salah satu bentuk layanan keuangan digital yang berkembang di Indonesia. Untuk mengukur perkembangannya secara konsisten, indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah outstanding pembiayaan, yaitu nilai pinjaman yang masih berjalan pada akhir periode pengamatan.
OJK menerbitkan statistik industri fintech lending secara berkala. Publikasi tersebut mencakup berbagai indikator, termasuk nilai pembiayaan, jumlah penyelenggara, jumlah pengguna, dan tingkat wanprestasi.
Dalam Laporan Triwulanan I-2022, OJK mencatat outstanding pinjaman sebesar Rp29.88 triliun pada akhir 2021. Pada triwulan pertama 2022, nilainya meningkat menjadi Rp37.39 triliun. Kedua angka tersebut merupakan contoh data yang dapat diverifikasi langsung dari laporan resmi.
Perubahan outstanding pembiayaan tidak selalu sama dengan pertumbuhan jumlah peminjam. Nilai pembiayaan dapat meningkat karena berbagai faktor, termasuk perubahan jumlah pinjaman aktif dan besarnya pinjaman yang belum dilunasi.
Perkembangan industri juga perlu dibaca bersama indikator kualitas pembiayaan, seperti tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90). Pertumbuhan outstanding yang tinggi tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan membaik.
Untuk membuat grafik 2021–2026, pengamatan perlu menggunakan posisi akhir Desember untuk setiap tahun penuh. Sementara itu, data tahun 2026 harus diberi label bulan pengamatan karena belum merupakan tahun penuh.
Penelitian ini belum menghasilkan seri tahunan yang lengkap dan terverifikasi. Oleh karena itu, belum dapat ditentukan secara bertanggung jawab berapa pertumbuhan total outstanding pembiayaan dari akhir 2021 hingga periode terbaru 2026.
Metodologi & Catatan
Indikator yang dipilih adalah outstanding pembiayaan LPBBTI/P2P lending, bukan akumulasi penyaluran pinjaman. Nilai akhir tahun harus dibandingkan dengan akhir tahun, sedangkan angka 2026 harus menggunakan bulan pengamatan yang disebutkan secara eksplisit.