Provinsi Penghasil Teh Terbesar
Jawa Barat menjadi provinsi penghasil teh terbesar di Indonesia pada 2024 dengan produksi 78473 ton daun teh kering. Jumlah tersebut setara sekitar 68.46 persen dari total produksi teh nasional sebesar 114622 ton.
Publikasi: Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024 – Tabel 2.10 Luas Areal, Produksi, dan Produktivitas Daun Teh Kering Menurut Provinsi, 2024 · Satuan: ton
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (ton) |
|---|---|
| Jawa Barat | 78,473 |
| Jawa Tengah | 13,019 |
| Sumatera Utara | 10,946 |
| Sumatera Barat | 4,692 |
| Jambi | 3,310 |
| Jawa Timur | 2,923 |
| Bengkulu | 1,112 |
| DI Yogyakarta | 147 |
| Indonesia | 114,622 |
Produksi daun teh kering Indonesia pada 2024 mencapai 114622 ton. Produksi tersebut terkonsentrasi pada sejumlah kecil provinsi, dengan Jawa Barat menjadi sentra utama. BPS menyajikan data ini dalam publikasi Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024 yang dirilis pada 29 Agustus 2025.
Jawa Barat menghasilkan 78473 ton teh pada 2024. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 13019 ton, sedangkan Sumatera Utara berada di urutan ketiga dengan 10946 ton. Selanjutnya terdapat Sumatera Barat sebesar 4692 ton dan Jambi sebesar 3310 ton.
Jawa Timur menghasilkan 2923 ton, Bengkulu 1112 ton, dan DI Yogyakarta 147 ton. Dengan demikian, Jawa Barat bukan hanya berada di posisi pertama, tetapi produksinya jauh lebih besar daripada provinsi penghasil teh lainnya.
Selisih produksi Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai dua produsen terbesar mencapai 65454 ton. Produksi Jawa Barat sekitar 502.76 persen lebih tinggi daripada Jawa Tengah, atau sekitar 6.03 kali produksi Jawa Tengah.
Dibandingkan total nasional sebesar 114622 ton, kontribusi Jawa Barat mencapai sekitar 68.46 persen. Dengan kata lain, lebih dari dua pertiga produksi daun teh kering Indonesia pada 2024 berasal dari Jawa Barat. Sementara itu, Jawa Tengah menyumbang sekitar 11.36 persen dan Sumatera Utara sekitar 9.55 persen.
Jika produksi tiga provinsi terbesar—Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara—digabungkan, produksinya mencapai 102438 ton. Jumlah tersebut setara sekitar 89.37 persen dari total produksi nasional. Angka ini menunjukkan tingginya konsentrasi produksi teh Indonesia pada tiga provinsi tersebut.
Data yang digunakan bukan proyeksi. BPS menjelaskan bahwa statistik tanaman perkebunan 2024 merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data perkebunan, dengan data perusahaan perkebunan berasal dari Survei Perusahaan Perkebunan BPS dan data perkebunan rakyat bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Komoditas teh dalam tabel dinyatakan sebagai daun teh kering.
Metodologi & Catatan
DATA menggunakan produksi dalam bentuk daun teh kering, bukan daun teh basah. Publikasi BPS menggabungkan hasil Survei Perusahaan Perkebunan 2024 dengan data perkebunan rakyat dari Direktorat Jenderal Perkebunan. Publikasi ini dirilis pada 29 Agustus 2025 dan merupakan sumber resmi terbaru yang berhasil diverifikasi dengan rincian produksi teh menurut provinsi.