Provinsi Penghasil Sawit Terbesar
Riau menjadi provinsi penghasil kelapa sawit terbesar pada 2025 dengan produksi sekitar 9.46 juta ton CPO. Kalimantan Tengah berada di posisi berikutnya dengan sekitar 7.59 juta ton, sementara produksi nasional mencapai sekitar 46.55 juta ton.
Publikasi: Jumlah Produksi Kelapa Sawit (DATA PRIORITAS 2025) · Satuan: ton CPO
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (ton CPO) |
|---|---|
| Riau | 9,460,000 |
| Kalimantan Tengah | 7,590,000 |
| Sumatera Utara | 5,186,849 |
| Kalimantan Barat | 4,940,000 |
| Kalimantan Timur | 4,290,000 |
Data terbaru yang tersedia menunjukkan produksi CPO Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 46.55 juta ton. Angka 2025 masih berstatus angka sementara. Kementerian Pertanian juga mencatat luas areal kelapa sawit sekitar 16.83 juta hektare dengan produktivitas nasional sekitar 3.6 ton per hektare.
Riau masih menjadi sentra produksi terbesar dengan sekitar 9.46 juta ton CPO pada 2025. Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Tengah dengan sekitar 7.59 juta ton. Sumatera Utara menghasilkan 5.186849 juta ton berdasarkan tabel statistik Ditjen Perkebunan 2025, kemudian Kalimantan Barat sekitar 4.94 juta ton dan Kalimantan Timur sekitar 4.29 juta ton.
Produksi Riau setara sekitar 20.32 persen dari produksi CPO nasional 2025 sebesar 46.55 juta ton. Artinya, sekitar satu dari setiap lima ton CPO Indonesia berasal dari Riau berdasarkan angka sementara tersebut.
Dibandingkan Kalimantan Tengah, produksi Riau lebih tinggi sekitar 1.87 juta ton. Jika dihitung relatif terhadap produksi Kalimantan Tengah, produksi Riau sekitar 24.64 persen lebih tinggi.
Data resmi juga menunjukkan produksi Riau meningkat dibanding 2024. Kementerian Pertanian mencatat produksi Riau sekitar 9.14 juta ton pada 2024 dan 9.46 juta ton pada 2025. Dengan angka yang telah dibulatkan tersebut, terdapat kenaikan sekitar 0.32 juta ton atau 3.50 persen.
Pada tingkat nasional, produksi juga meningkat dari sekitar 45.44 juta ton pada 2024 menjadi 46.55 juta ton pada 2025. Kenaikannya sekitar 1.11 juta ton, atau sekitar 2.44 persen berdasarkan angka publikasi yang telah dibulatkan.
Untuk pembanding, publikasi BPS 2024 mencatat produksi Riau secara lebih presisi sebesar 9136101 ton. Publikasi BPS tersebut menggunakan gabungan hasil Survei Perusahaan Perkebunan BPS dan data perkebunan rakyat dari Direktorat Jenderal Perkebunan.
Data 2025 dalam DATA merupakan statistik Direktorat Jenderal Perkebunan dan masih berstatus angka sementara. Karena itu, angka 2025 tidak boleh dianggap sebagai angka final dan dapat mengalami revisi pada publikasi statistik berikutnya.
Metodologi & Catatan
DATA menggunakan produksi minyak sawit/CPO, bukan produksi Tandan Buah Segar (TBS). Data 2025 berasal dari statistik Direktorat Jenderal Perkebunan dan berstatus angka sementara. Satu Data Pertanian mencatat dataset “Jumlah Produksi Kelapa Sawit (DATA PRIORITAS 2025)” dirilis 31 Desember 2025 dengan produsen data Direktorat Jenderal Perkebunan.