Kapasitas Terpasang Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Indonesia 2020–2024
Kapasitas terpasang pembangkit energi baru terbarukan Indonesia meningkat dari 11063 MW pada 2020 menjadi 14877 MW pada 2024. Dalam lima tahun, kapasitas bertambah 3814 MW atau sekitar 34.48%, dengan nilai tertinggi tercatat pada 2024.
Publikasi: Laporan Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2024 · Satuan: Megawat
Tabel Data
| Periode / Label | Nilai (Megawat) |
|---|---|
| 2020 | 11,063 |
| 2021 | 12,031 |
| 2022 | 13,021 |
| 2023 | 13,763 |
| 2024 | 14,877 |
Pada 2020, kapasitas terpasang pembangkit EBT Indonesia tercatat sebesar 11063 MW. Angka ini menjadi titik awal seri lima tahun yang disajikan Kementerian ESDM dalam Laporan Kinerja 2024. Kapasitas tersebut mencakup berbagai jenis pembangkit EBT yang dicatat pemerintah dalam indikator realisasi kapasitas pembangkit EBT.
Pada 2021, kapasitas meningkat menjadi 12031 MW. Dibandingkan 2020, terjadi tambahan sebesar 968 MW atau sekitar 8.75%. Pertumbuhan berlanjut pada 2022 ketika kapasitas mencapai 13021 MW, bertambah 990 MW atau sekitar 8.23% dari tahun sebelumnya.
Pada 2023, kapasitas terpasang kembali meningkat menjadi 13763 MW. Kenaikannya sebesar 742 MW atau sekitar 5.70% dibandingkan 2022. Dengan demikian, seluruh periode 2020–2023 menunjukkan pertumbuhan kapasitas tanpa adanya penurunan tahunan.
Peningkatan terbesar secara absolut dalam seri terjadi pada 2024. Kapasitas bertambah dari 13763 MW menjadi 14877 MW, atau naik 1114 MW dan sekitar 8.09%. Laporan Ditjen EBTKE menyebut tambahan kapasitas 2024 terutama berasal dari pembangkit berbasis air sebesar sekitar 486.5 MW, PLTS 311.56 MW, bioenergi 275.27 MW, dan panas bumi 41.25 MW.
Nilai terendah dalam periode 2020–2024 adalah 11063 MW pada 2020, sedangkan nilai tertinggi adalah 14877 MW pada 2024. Selisih keduanya mencapai 3814 MW. Artinya, kapasitas pembangkit EBT pada 2024 sekitar 34.48% lebih besar dibandingkan posisi 2020.
Dari sisi komposisi 2024, Laporan Kinerja Ditjen EBTKE mencatat kapasitas pembangkit berbasis air sekitar 7056.2 MW, bioenergi 3668.7 MW, panas bumi 2638.8 MW, surya 911.5 MW, bayu 152.3 MW, serta kategori gas batubara 450 MW dalam klasifikasi laporan tersebut. Totalnya mencapai 14877 MW.
Data ini merupakan data administratif kinerja sektor energi yang dihimpun Kementerian ESDM, bukan hasil proyeksi atau survei rumah tangga. HEESI juga merupakan publikasi resmi ESDM yang mengompilasi data energi Indonesia dari unit teknis kementerian, kementerian/lembaga lain, dan pemangku kepentingan sektor energi.
Metodologi & Catatan
Dataset menggunakan seri Realisasi Kapasitas Pembangkit EBT yang tercantum dalam Laporan Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2024. Seri ini konsisten untuk 2020–2024 dan mencatat kapasitas pembangkit dalam MW. Data bersifat administratif/kinerja sektor energi, bukan proyeksi.